Pos

Gambar
Yuk Kita Gerak! Bergerak menebar inspirasi
1. Mulailah dengan tulus -ibadah tanpa putus -sehat jasmani dan rohani 2. Mengelola waktu -komitmen yg tinggi -rutin menulis dan membaca 3. Belajar menginspirasi -inspirasi yang bertebaran -syukur tiada henti -belajar menjadi pemimpin 4. Mengeksplore potensi -update kompetisi -menembus tantangan - berkarya tanpa batas 5. Menjadi pemimpin -menebar kebaikan -merealisasikan mimpi
Kenapa aku harus menulis?
Nikmatnya Menulis
Kenapa aku harus menulis? Pertanyaan itu seakan menyedotku kedalam pusaran waktu bertahun-tahun lalu, mengorek kembali masa dimana pertama kalinya aku mulai bergelut dengannya. Mengorek kembali alasanku menuai mimpi sederhana lewat menulis. Awalnya hanya karena aku senang membaca, sejak sd aku sudah mulai senang membaca, mulai buku-buku bergenre fiksi maupun nonfiksi, namun aku lebih suka buku fiksi seperti novel, Karena membaca novel seakan mengajakku berimajinansi dan melihat dunia baru. dengan membaca itu juga menambah wawasanku semakin luas.  Dan buku-buku yang kubaca mampu mempengaruhiku untuk juga ingin bisa menulis seperti mereka para penulis yang mampu mempengaruhi orang lain. Menyalurkan inspirasi dan motivasi pada banyak orang diluar sana. Bukan sekedar coretan, tapi satu suntikan dahsyat untuk berkelana bersamanya menebarkan inspirasi.  Bukan hanya itu, menulis mampu membuatku mengungkapkan resah gelisahku selama ini. Menyuarakan…
Kisah Ramadhan Rara : Semanis Buah Kurma
Created by Hulya Ashfie

Kaki-kaki kecil beralaskan sandal jepit lusuh masih semangat menapaki jalan yang berbatu, sekuat tenaga tangannya membawa box berisi 60 biji gorengan. Tampak dari wajah mungilnya ia tersenyum riang menyapa terik matahari yang amat panas tapi itu tak membuatnya patah semangat untuk segera sampai tempat tujuan. Gadis mungil dengan stelan busana muslim berwarna ungu yang sudah pudar ini masih berumur 7 tahun namanya Rara. Siang menjelang sore seperti ini tatkala teman-teman sebayanya asik menunggu adzan magrib dengan bermain di teras rumah, ia memilih membantu sang nenek tercinta untuk berjualan takjil di depan sebuah ruko toko beras dekat taman kota. Biasanya menjelang magrib tempat itu akan ramai oleh orang yang berlalu lalang mencari makanan untuk berbuka.

Sudah 20 menit ia berjalan seketika ia singgah disebuah musholla. Tempat ia biasa mengaji, ya di dekat rumah mungilnya memang jarang musholla, maka jika …

cerpen-Seperti Sebutir Biji