Kamis, 04 Mei 2017

5 Alasan Harus memilih Travel dengan Wisata Halal



Disaat liburan, apalagi liburan lebaran dan tahun baru kita, khususnya masyarakat Indonesia pasti sudah merancang tujuan atau tempat destinasi mana yang ingin dikunjungi untuk mengisi liburan bersama keluarga, baik wisata di dalam negri mapun luar negri. Bagi kaum muslim sendiri hari lebaran adalah ajang taddabur Alam dan Quality Time bersama keluarga. Namun sebelum kita merencanakan liburan lebaran maupun akhir tahun kita harus memastikan bahwa tempat wisata atau destinasi yang kita tuju adalah wisata yang halal, yang mana kita tetap bisa menjaga adab sebagai seorang muslim, mendapatkan fasilitas dan kemudahan sebagai wisatwan muslim seperti lokasi ibadah, menu kuliner dan sebagainya. Sebenarnya apa itu wisata halal? Wisata halal bisa diartikan sebagai pelayanan yang dikhususkan untuk wisatawan muslim dalam berwisata yang mengacu pada aturan-aturan islam atau adab-adab seorang muslim. Baik dari Pelayanan hotel, transportasi, fasilitas, makanan dan kemudahan pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Kini sudah banyak wisata-wisata halal yang bisa kita kunjungi dan bahkan sudah menjadi trend. Begitupula jika kita menggunakan jasa travel atau biro perjalanan pilihlah yang yang menyediakan wisata halal. Mengapa harus memilih travel yang menyediakan wisata halal? Berikut 5 alasannya:
1.      Fasilitas Ibadah

Meski kita liburan, tetap ketika waktunya sholat apalagi sholat wajib harus kita laksanakan bahkan dengan tepat waktu, karena tidak semua destinasi liburan yang menyediakan fasilitas ibadah. Nah untuk itu ketika kita mencari wisata liburan harus terdapat tempat ibadah yang berada atau dekat dengan lokasi wisata, atau jika tidak ada minimal kita diberikan kemudahan untuk menunaikan Ibadah di tempat tersebut, ada tempat wudhu dan ruang untuk sholat. karena kadang ada lokasi-lokasi wisata yang tidak memberikan kemudahan untuk beribadah hingga kita kesulitan untuk melaksanakan sholat.
Jangan sampai karena tidak ada tempat ibadah kita menjadi tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, liburan kita menjadi tidak berkah dan menjadikan kita lalai. Jika wisata di Indonesia mungkin kita akan banyak menemukan tempat ibadah di lokasi-lokasi wisata meski kadang lokasi masjid maupun musholanya terpencil, jauh atau tidak terlihat. Namun jika destinasinya di luar negri apalagi di negara yang minoritas muslim yang mungkin jarang ada tempat ibadah, dan kita akan kehabisan waktu untuk mencari tempat beribadah, sayang sekali perjalanan kita dihabiskan begitu saja karena minimnya infromasi mengenai fasilitas ibadah. Jika kita  menggunakan travel yang menyediakan wisata halal informasi dan kebutuhan kita untuk ibadah akan sangat mudah kita dapatkan dan kita tidak perlu repot-repot mencari, karena tentu pihak travel telah memiliki paket-paket tour dengan fasilitas halal dan informasi destinasi yang memiliki fasilitas Ibadah. 

 Masjid

2.      Menu Kuliner

Selain tempat ibadah kita juga harus memastikan menu makanan dan minuman yang tersedia di tempat wisata, apakah halal atau tidak? Karena tidak semua tempat wisata menyediakan makanan yang halal atau sesuai aturan islam. Kalau di Indonesia dan negara yang memiliki destinasi wisata halal tentu akan mudah mendapatkan menu-menu kuliner halal. Namun bagi tempat wisata yang minoritas muslim yang banyak menyediakan makanan dengan tanpa label halal seperti alkohol, daging babi dsb tentu akan sulit bagi kita untuk menemukan makanan halal, nah jika menggunakan travel yang menyediakan wisata halal, kita akan mudah mendapatkan makanan yang berlabel halal karena tentunya pihak travel telah menyediakan dan memiliki rujukan menu-menu kuliner halal di tempat kita berlibur dan tentunya sesuai dengan lidah kita. 

Makanan Halal

3.      Penginapan yang Aman dan Nyaman

Tempat kita menginap juga harus kita perhatikan baik hotel, home stay, hostel, vila, guest house dsb. Dari sisi Pelayanan keamanan dan kenyamanannya, penyediaan makanan dan minuman halal, fasilitas untuk ibadah dan fasilitas spa, kolam renang dsb terpisah antara perempuan dan laki-laki. Jangan sampai kita tidak merasa nyaman dan kesulitan beraktivitas di tempat kita menginap. Jika di Indonesia dan di negara yang memiliki wisata halal akan terasa mudah menemukan penginapan yang aman dan nyaman, namun tidak sedikit penginapan di Indonesia yang fasilitasnya kurang mendukung bagi wisatawan muslim, apalagi di negara minoritas muslim. Untuk itu sebaiknya menggunakan travel yang menyediakan wisata halal, tentunya kita akan lebih mudah mendapatkan penginapan yang aman, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan kita sebagai wisatawan muslim. 


 Hotel
4.      Transportasi yang mendukung

Transportasi yang akan kita gunakan untuk perjalanan yang jauh dan lama misalnya pesawat atau kereta, sebaiknya ada fasilitas yang mendukung seperti tempat wudhu, tempat sholat, informasi mengenai waktu sholat, kumandang adzan dan arah kiblat, serta makanan dan minuman halal yang disediakan serta pelayanan yang ramah. Jangan sampai karena perbedaan waktu misalnya antara indonesia dan negara Eropa kita melewatkan waktu sholat kita begitu saja, juga makanan yang disediakan harus berlabel halal dan tidak mengandung unsur yang haram. Jika menggunakan travel yang mensupport wisata halal tentu transportasi yang digunakan mendukung hal-hal yang berkaitan dengan aturan-aturan islam, jadi kita tidak perlu pusing-pusing melaksanakan ibadah di dalam pesawat maupun alat transportasi lainnya.


 Pesawat
5.      Fasilitas Rekreasi
Destinasi adalah tujuan utama kita wisatwan muslim dalam melaksanakan suatu perjalanan bersama keluarga maupun teman apalagi di waktu liburan lebaran maupun tahun baru. Namun terkadang kita belum tahu destinasi yang kita tuju apakah mensupport kebutuhan kita sebagai seorang muslim, bukan hanya mengenai fasilitas Ibadah, menu makanan halal dan sebagainya, namun juga perihal fasilitas rekreasi yang disediakan oleh tempat wisata yang kita kunjungi. Semisal apakah tempat yang kita kunjungi ini ramah keluarga? bercampurkah antara laki-laki dan perempuan? Sesuaikah dengan usia anak-anak? Amankah bagi perempuan maupun laki-laki muslim mendatangi tempat tersebut? dan sebagainya. 


 Topkapi Place (salah satu tempat wisata)
Jika kita menggunakan jasa travel kita juga harus tahu itinerary perjalanan berwisata yang diberikan travel, kemana saja destinasi yang akan dituju, apakah sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim? Infromasi-informasi tersebut akan kita dapatkan dengan mudah lewat travel yang mensupport wisata halal yang tentunya fasilitas rekreasi dan itinerary perjalanan yang kita dapatkan akan sesuai dengan kebutuhan kita.
Jika kita menggunakan travel yang mensupport wisata halal, kebutuhan kita sebagai wisatawan muslim akan sangat sangat mudah. Kemudahan untuk mendapatkan wisata halal yang terbaik dan terlengkap bisa kita dapatkan di Cheria halal Holiday Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia, Biro perjalanan ini memiliki paket-paket khusus wisata halal bagi masyarakat muslim baik di dalam negri mapun luar negri, dari fasilitas Ibadah, menu makanan halal, transportasi, penginapan, tempat rekreasi untuk kita jelajahi dan lain sebagainnya semua tersedia sesuai dengan kebutuhan kita sebagai wisatawan muslim dan sesaui aturan islam. Bahkan di Cheria Halal Holiday terdapat destinasi atau paket tour yang bukan termasuk dalam destinasi wisata halal namun fasilitas wisata terjamin halal seperti Hongkong, Korea, Beijing, Jepang, Eropa dan sebagainya. Berikut paket Tour yang tersedia di Cheria halal Holiday:
Adapun negara yang memiliki destinasi wisata halal yang tercantum di CIO yakni, Arab, Turki, Maroko, Qatar, Malaysia, Indonesia, Yordania, Oman, Brunei darussalam dsb yang juga terdapat di Travel Cheria Halal Holiday ini, juga paket umrohnya. Selain itu Travel Cheria Halal Holiday juga mnyediakan private tour ke beberapa destinasi, wah semakin nyaman dan menyenangkan kan? Bukan hanya destinasi luar negri melainkan juga perjalanan destinasi di dalam negri. Sangat lengkap. Yuk rencanakan liburan bersama kelurga dengan Cheria Halal Holiday 💗
Nah itulah 5 alasan mengapa kita harus memilih travel yang mensupport agar liburan kita bersama keluarga semakin aman, nyaman, menyenangkan dan kita tetap bisa menjalankan ibadah dan aktivitas kita sebagai muslim dengan mudah.
<a href="http://www.cheria-travel.com/2017/04/lomba-menulis-cheria.html">
<img alt="Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata" height="300px" src="https://2.bp.blogspot.com/-TmC_X-b2G2E/WOXFJ6p0uLI/AAAAAAAAI2I/87wTL7gW2q0Ju91hqwYAbgZkV8uxAZO0ACLcB/s320/Banner%2BLomba%2Bblog%2Bkontes%2BKe%2B6.jpg" width="300px" /></a>

Rabu, 03 Mei 2017

Surga di Ujung Jonggol




Apa yang terbenak di kepalamu ketika menyebut Jonggol? Kalau aku, hal yang terekam saat mendengar kata Jonggol adalah sosok Wakwaw yang mencari bapaknya. Kurang lebih begini liriknya: Bapak mana, Bapak, bapak mana, dimana? Di Jonggol. Haha. Dan dulu kata-kata ini hits banget dikalangan masyarakat Indonesia bahkan sampai kalangan anak muda.  

Dan entah mengapa aku berfikir bahwa kota Jonggol tak ada keistimewaan hanya kota biasa, maka tak pernah terbayang untuk menjelajahi kota tersebut, padahal nggak begitu jauhlah ya dari rumah, mungkin sekitar 1 jam sampai. Tapiii guys, entah mengapa suatu hari saat melihat timeline instagram, ada salah satu teman akun sosial media yang memposting foto ia berada di sebuah curug, namanya curug ciherang dan viewnya bagus sekali dan itu berada di Jonggol. Hmmm cukup penasaran saya ditambah cerita dari teman kantor yang pernah kesana. selain terdapat curug disana juga ada tempat namanya rumah pohon yang lagi ngehits, pokonya baguslah. 

Akhirnya jadilah Jonggol menjadi tujuan destinasi tapi belum kesampean hingga suatu hari saat orng-orang liburan long weekend dan kebetulan kantorkupun libur yang mana aku mengajukan destinasi yakni ke jurug ciherang dan mereka setuju. Yes yes yes. 

Jadilah kami berangkat di sabtu pagi menggunakan sepeda motor. Bangun pagi demi lebih bagi berada di sana pikirku sih paling 1 jam sudah sampe, tapi ternyata sudah satu jam perjalanan kami masih melintasi cilengsi. Rutenya seperti ini kira-kira kantor (Bekasi selatan)-cibubur-cileungsi-jonggol. Sampai rasanya pegel padahal mah Cuma diboncengi. Dari cibubur sampai ke daerah jonggol hanya lurus saja kemudian berbelok ke arah kanan saat ada plang bertuliskan curug ciherang. Hati sudah bergembira akan sampai tapi jalan mulai naik turun dan berbelok-belok juga terjal dan ternyata masih lumayan jauh. 

Beberapa kendaraan yang membawa peralatan hiking juga melintasi jalan ini, sepertinya mereka ingin mendaki. Ya, salah satu teman kantor memang pernah bilang selain ada wisata curug di jonggol juga ada track untuk hiking yakni di gunung batu. Dan tempatnya juga bagus lumayan mengasah adrenalin. 

Setelah melewati perjalanan terjal bebatuan sampailah kami di gerbang curug ciherang. Harga tiket masuk untuk 1 motor 2 penumpang itu Rp. 35.000 adapaun untuk 1 motor 1 penumpang itu Rp 20.000. di sisi jalan menuju parkiran curug ciherang terdapat villa-villa yang unik. Di tempat parkiran pun terdapat warung yang terbuat dari bambu yang langsung menghadap ke bukit-bukit di sebrang sana. Dari tempat parkiran saja sudah terlihat indah view hijaunya pegunungan dan dinginnya udara. Untuk sampai ke curug kami harus melewati tangga-tangga yang terbuat dari batu. Sebelum sampai di curug terdapat spot rumah pohon. Nah ini nih rumah pohon yang lagi ngehits. Tapi ya harus ngantri tho yaa karena sudah tidak sabar akhirnya kami melangkah menuju curug dulu. Perjalanan dari parkiran ke rumah pohon kemudian ke curug tidak begitu jauh bahkan terbilang dekat tidak sampai 20 menit dan tidak seperti curug cibeuruem yang perjalanannya lumayan panjang untuk sampai ke curug. 

Melihat air yang jatuh dari ketinggaan 30 meter dengan tiga undukan, rasanya decak kagum dan syukur tak henti terucap. Nggak nyesel perjalanan jauh selama 2 jam setengah kebayar deh dengan pemandangan yang indah kayak gini. Sepagi inipun sudah banyak para wisatawan yang datang baik hanya berfoto, menikmati udara sejuk dan pemandangan indah maupun berenang atau menyelam di kolam-kolam air yang begitu jernih. Tetap harus hati-hati ya kawan karena bebatuannnya cukup licin.
Aku tanpa buang-buang waktu untuk mengabadikan momen indah ini dan tak lupa untuk merasakan sensasi berenang di kolam curug ini.Wuaaa dingin dan seger. Rasanya tambah maknyos duduk dibawah air terjun berasa dipijit-pijit. 





Usai menghabiskan waktu di kolam curug ciherang kami segera bersih-berish dan mandi kemudian meluncur ke rumah pohon yang tadi belum sempat kami sambangi. Harga tiketnya Rp. 2.000 per orangnya. Rumah pohon ini terdapat jembatan dan jembatan inilah yang menjadi spot hits anak-anak muda. Dari atas rumah pohon kita bisa lihat pemandangan menakjubkan salah satunya air terjun yang berada di antara rimbunan pohon, bukit-bukit dan pemandnagan hijau lainnya keren dan mantap lah guys. Setelah puas foto-foto dan mulai ramai juga kami segera turun menuju parkiran. Makan mie dengan view menghadap pemandnagan bukit nan hijau. Ma Sya Allah, nikmat mana lagi yang kau dusatakan? 



Dan Jonggol bukan lagi kota yang terkenal dari sosok wakwaw melainkan dibalik kata Jonggol ada keindahan ukiran sang Pencipta yang patut disyukuri, meski harus menelusuri jauhnya perjalanan namun itulah pengalaman kesabaran yang berbuah manis 😆😆



Seribu Kisah di 3 Pulau Seribu

“A journey of a thousand miles begin with a single step” –Lao Tzu
Ini bukanlah perjalanan destinasi pertamaku, namun ini adalah perjalanan baru yang akan menyuguhkan pengalaman baru di tempat yang baru. Rasanya seperti diburu waktu tatkala aku bersama ketiga sahabatku harus mencari alamat baru yang ternyata driver mobil online yang kami pesanpun belum tahu, padahal kami sudah sangat ditunggu-tunggu oleh orang-orang di ujung dermaga sana. Mungkin. Pasalnya berkali-kali tour leader yang akan menjadi pemandu kami selama trip hari ini, menelpon kami agar segera sampai.

Akhirnya, kami sampai di sebuah pelabuhan yang dinamakan pelabuhan Muara kamal, meski setibanya disana kami harus berjalan cepat diantara genangan air dan bahkan diselingi dengan tragedy salah satu sahabat kami kehilangan handphone sehingga kami harus memutar balik langkah untuk mencarinya dan alhasil ternyata tidak tertinggal tetapi sang handphone duduk manis di tas mungil miliknya.

Baiklah saat aku dan ketiga sahabatku. Yang dinamakan grup vocal AIUE, karena huruf awal nama kami diawali dengan huruf vocal tersebut yakni, A untuk Ashfi (Aku), I untuk Inay, U untuk Uty dan E untuk Ella, hanya O yang belum ada, mungkin kamu yang akan melengkapinya? Hehe.

Tiba di kapal Aku sedikit kaget karena ternyata semua wisatawan sudah duduk manis, hanya kami berempat yang baru sampai. Bukan kapal sih sebenarnya tapi ini adalah perahu nelayan. Mereka menampakkan wajah bete. Bahkan salah satu turis asal china menggerutu dengan bahasa inggris karena kengaretan kami, bukan hanya turis tapi beberapa wisatawan. Oke, baik sepertinya kami memang telat pake banget.

Di tengah perahu meninggalkan pelabuhan, menelusuri laut dari yang berwarna hitam legam karena telah tercemar sampai akhirnya dapat melihat lautan nan biru, aku mencoba membaca kembali rundownnya. Rasanya ada yang janggal. Ternyata Oh ternyata kami memang salah, kami memangt telat pake banget. Ternyata perahu berlayar bukan pukul 9 melainkan pukul 8. Sedangkan pukul 9 seharusnya kami sudah sampai ke tempat tujuan yakni salah satu pulau dari tiga pulau yang menjadi destinasi perjalanan kami saat ini. Buat sahabat-sahabat semua jika ingin traveling jangan sampai ngaret ya. Catet!
Lautan nan biru memberikan kesejukan tersendiri dalam lubuk hati ini, setidaknya rehat sejenak dari aktivitas di balik meja kerja. Sampai saat pelayaran perahu selama hampir 1 jam ini aku belum tahu pulau mana yang akan kami singgahi dan jelajahi terlebih dahulu. Ini membuatku sedikit penasaran. Beberapa pulau dari kepulauan seribu yang kami lewati tampak indah dan menawan.

Perahu berhenti di sebuah dermaga, ternyata pulau pertama yang kami singgahi adalah pulau Kelor. Namanya unik sekali ya. Pulau yang diibaratkan selebar daun kelor ini dulunya lebih luas dari sekarang. Sayangnya, keelokannya mulai dinodai oleh pengambilan pasir secara besar-besaran untuk pembangunan bandara Soekarno-Hatta, bahkan untuk Negara tetangga, Singapura. Diperkirakan, semakin lama pulau ini akan semakin menyusut akibat abrasi dan kenaikan permukaan laut.


Melihat pantai yang membentang di sebelah kanan dermaga aku segera menyeret kedua kakiku ini ke air nan biru dan jernih yang pasang surut menghiasi pasir-pasir putih, keduanya seakan mengajakku untuk bermain. Serpihan-serpihan pasir putih yang menyelinap diantara jari jemari kaki ini seketika musnah saat aku mendekati si birunya air laut. Untuk para pecinta pantai (kayak aku) kamu nggak bakal nyesel datang kesini, kamu bisa berenang sepuasnya (tapi jangan terlalu jauh yaa), kamu juga bisa bermain pasir atau bahkan berjemur di pinggir pantai, meski pantainya tak begitu besar bahkan panjang tapi kamu bakal puas. Selain itu, untuk yang hobi memancing kamu nggak akan kecewa, karena kamu bisa memancing ria disini, tampak kulihat beberapa wisatawan asik menyalurkan hobi memancingnya. Aku dan beberapa wisatawan disini tidak melewatkan begitu saja tiap moment di pulau kelor ini, kami mengabadikan sebanyak-banyaknya. Mulai berfoto di pantai dengan berbagai gaya, berbagai background laut, pantai, pulau, perahu-perahu yang berlayar maupun background bangunan tua bersejarah yang ada disebelah kiri dermaga.



Bangunan tersebut adalah bangunan peninggalan belanda yang masih berdiri, namanya benteng Martello. Benteng yang berbentuk lingkaran dengan ketinggian 9 meter ini didirikan Belanda sebagai bagian dari pertahanan laut kota Batavia. Dulunya pulau ini adalah garda terdepan untuk mempertahankan Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari laut. Sekarang menjadi aset sejarah yang dijaga kelestariannya. Gimana, pengetahuan sejarahmu jadi bertambah kan? Meski pulau ini kecil tapi amat bersih. Kamu harus jaga kebersihan dimanapun dan kapanpun yaa. Termasuk di pulau ini.

Ketika duduk di pinggir air laut tak jauh dari benteng Martello, kami berniat berfoto di tengah air yang tingginya hanya semata kaki itu secara bergantian, saat giliran Ella, ia bersiap untuk turun ke dalam air, tiba-tiba ia terpleset sontak membuat beberapa wisatawan menoleh, salah satunya mencoba menolong dan beberapa menampakkan rasa simpati mereka serta berkata untuk hati-hati. Sedang aku sedikit ketar-ketir takut ikut terpleset juga. Hehe. Bajunya basah kuyup tapi ia tetap menampakkan wajah yang sumringah, setelah kejadian itu aku memutuskan untuk tidak berfoto di tempat itu. Pijakan semen yang menjorok ke air itu memang sedikit licin bahkan berlumut maka memang harus berhati-hati agar tidak terpeleset seperti yang Ella alami tadi.  Begitu juga kamu ya harus hati-hati.


Karena tidak ingin telat lagi, sebelum jam 11 teng kami sudah hadir di dermaga kecil pulau kelor. Menunggu perahu yang kami tumpangi menjemput kami untuk beranjak ke destinasi selanjutnya. Pulau apakah selanjutnya? We wait and see ya guys
***

“Travel Can really Open up your mind to how others live around the world” -Davillasana

Perahu berlabuh di sebuah pulau yang lebih besar dari pulau kelor, yakni pulau Onrust. Kedatangan kami disambut hangat oleh beberapa hidangan yang tersaji di sebuah saung. Tempatnya memang pas sekali untuk kami rehat sejenak mengisi perut yang sudah meronta-ronta ingin diisi. Selain itu, tempatnya memang sangat adem dan nyaman karena banyak pepohonan, saung-saung kecil dan warung-warung. Begitu sempurna rasanya menikmati hidangan makan siang berupa ikan bakar, capcai, kerang rebus dan sambal diiringi dengan deruan ombak, pemandangan laut biru, semilir angin diantara pepohonan.
Perut sudah terpenuhi, kami grup vocal AIUE segera meluncur ke sebuah musholla untuk melaksanakan Sholat Dzuhur seklaigus aku dan Ella ganti baju karena setelah bermain air di pulau sebelumnya, pulau kelor, baju kami basah. Berhubung pulau ini di tengah laut, air di kamar mandi dan tempat wudhu otomatis asin sekali, aku baru menyadari itu tatkala cuci muka seketika mata ini perih sekali, dibasuh dengan air yang memang asin yaaa makin perih. Taraaa mata jadi merah berlinang air mata menahan perih. Kamu jangan sampai mengalaminya ya .

Usai memanjatkan rasa syukur atas perjalanan yang amat berkesan ini, kami diajak untuk berkeliling pulau, mengenal lebih jauh sejarah pulau yang dulu dijadikan sebagai tempat karantina haji. Dimana sebelum jamaah Indonesia pergi ke baitullah dan sebelum pulang ke kampung halaman setelah berhaji para jamaah di karantina di pulau ini. Dulu ketika orang Indonesia ingin pergi haji bukan menggunakan pesawat melainkan kapal laut dengan perjalanan berbulan-bulan. Waaaaahh amat berbeda ya dengan sekarang hanya menempuh waktu 10 jam jika menggunakan pesawat. Kamipun dikenalkan dengan beberapa bangunan-bangunan yang telah hancur. Bangunan itu hancur lebur karena pernah terjadi tsunami di pulau ini tepatnya  tahun 1883 saat gunung Krakatau meletus. Ada satu bangun namanya “Rumah Dokter” yang kini dijadikan sebagai museum sejarah di pulau Onrust ini. Di dalamnya terdapat maket miniatur bangunan karantina haji sebelum terjadi tsunami, di museum tersebut terdapat pula kepingan-kepingan peninggalan seperti piring, keramik dan foto-foto.


rumah dokter

Pulau inipun pernah dijadikan sebagai tempat tawanan para pemberontak yang terlibat dalam pristiwa tujuh kapal. Kisah tawanan tersebut ada di bangunan bekas penjara pada masa itu, di dalam bangunan penjara tersebut ada beberapa patung replikan yang terbuat dari lilin yang mengisahkan kisah yang amat tragis dan kejam, satu ruangan kecil di huni 100 orang tawanan, selain itu para ABK penjara itu dijadikan ajang hiburan dengan mengadu ABK satu dengan ABK yang lain dalam satu lingkaran seperti pertandingan Sumo ala Jepang. Beranjak dari penjara, kami diajak ke makam belanda, ada salah satu makam dengan nama Maria Van de Velde, Tour Guide menceritakan kisah kematian Maria yang tragis, Ia meninggal dengan masih memakai gaun pernikahan. Dikisahkan ia meninggal karena penyakit. Pulau Onrust inipun pernah dijadikan sebagai markas VOC.
Setelah mendengar kisah demi kisah dari pulau ini, rasanya semakin bertambah ilmu sejarah dan kehidupan orang Indonesia di masa lalu. Setidaknya dengan mengenal sejarah aku semakin mengenal negeriku sendiri ‘Indonesia’ dan menjadikan pembelajaran dimasa sekarang untuk terus bersyukur, mengambil hikmahnya dan melestarikan aset sejarahnya.
 

replika di penjara

Berhubung berjalan kaki mengelilingi pulau yang lumayan luas ini sedikit membuat kami haus, akhirnya kami membeli minum di warung kecil tak jauh dari dermaga pulau Onrust. Demi mengabadikan momen bersejarah di pulau ini kamipun berfoto di depan tugu bertuliskan Onrust, tugu bak kincir anginnya belanda serta berfoto di depan sebuah Batu dengan tulisan yang aku nggak tahu apa isi tulisannya. Hehe.
Kami segera menaiki perahu tatkala Ka Asep tour leader kami mengajak kami untuk beranjak ke pulau terakhir. Akhirnya kami mendapatkan posisi duduk yang strategis dari yang sebelumnya. Baru saja duduk tiba-tiba botol minuman yang baru saja aku beli jatuh ke kolong perahu. Huft apesnya.
***

“Don’t tell me how educated you’re, tell me how much you traveled” - Muhammad SAW

Pulau terakhir yakni pulau Cipir atau bisa disebut pulau Kahyangan, pulau ini tak jauh berbeda dengan pulau Onrust yang dulu dijadikan sebagai tempat karantina haji. Bedanya disini terdapat bangunan bekas rumah sakit bagi jamaah haji yang sudah tidak utuh lagi, dulu seluruh calon jamaah haji dari seluruh Indonesia dikumpulkan terlebih dahulu di rumah sakit pulau ini untuk menjalankan pemeriksaan kesehatan. Bangunan-bangunan disini yang kesemua sudah tak beratap, kotor, tak utuh dan berlumut bahkan ditumbuhi pohon-pohon, kini menjadi jagar budaya di pulau ini. Selain itu, terdapat pula bangunan bekas benteng berukuran lingkaran dan besar. Bangunannya tidak seperti benteng Martello atau benteng di pulau lain karena hanya sebagai benteng pertahanan biasa. Kami mengabadikan perjalanan kami di pulau Cipir ini dengan berfoto di bangunan-bangunan tua tersebut. Termasuk berfoto di sebuah meriam peninggalan pulau ini yang konon ditemukan dari dalam pasir pantainya.



Pulau inipun tak berbeda dengan pulau Kelor, disini wisatawan dapat berenang tapi pantainya tak seluas pulau Kelor. Wisatawanpun dapat memancing ria. Disini terdapat bangunan biru seperti marcusuar, tapi besinya sedikit sudah kropos jadi hati-hati ya jika menaikinya. Dari atas bangunan ini kita bisa melihat pulau seberang yakni pulau Onrust dan beberapa pulau yang terlihat. Di tengah kami berfoto Uty menceritakan tentang mercusuar yang ada di Banten, tempat yang patut kami jelajahi, katanya keren banget. Oke Noted. Mungkin suatu saat akan menjadi destinasi perjalanan tripku.

Beberapa wisatawan pun ada yang bersantai ria di pinggir pulau, ada pula yang mendirikan hamoks diantara dua pohon atau berfoto ria seperti kami. Ketika masih asik berfoto, tiba-tiba Ella sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya, ada kekhawatiran dibalik raut wajahnya. Ketika kami bertanya ia meminta kami memeriksa tas kami. Ini tentang handphonenya lagi. Hilang. Tidak ada. Satu persatu tas diperiksa. Tapi nihil. Terakhir dia memegang handphone ketika sholat di pulau Onrust. Jangan-jangan keting…
“Mungkin ada di goodybag hijau yang tadi kamu titipin, La?” Ungkap Inay.
Sebelum tadi beranjak dari perahu Ella memang menitipkan goodybagnya yang berisi pakaian kotor pada nahkoda perahu yang kami tumpangi selama perjalanan 1 day 3 island ini.
“Nggak mungkin, itu kan isinya baju kotor, masa gue taro disitu.”
“Coba aja kita periksa dulu, gimana?”
Kamipun segera beranjak ke dermaga pulau Cipir. Namun perahu yang kami tumpangi tidak ada. Ella semakin panik. Ia mondar madir di sekitar dermaga. Sepengetahuanku tadi nahkodanya berkata ingin mengantarkan ibu-ibu ke dermaga pelabuhan muara kamal. Akhirnya kami menunggu. Jam menunjukkan pukul 3 sore lewat, dalam rundown seharusnya saat ini kami sudah beranjak dari pulau ini, akan tetapi perahu belum terlihat batang hidungnya, semakin membuat kekhwatiran bagi Ella sahabat kami. Uty dan Inay tampak merasa lapar, keduanya izin pergi ke warung untuk membeli makanan. Padahal kami bawa makanan dan masih tersisa. Hehe.

Tak berapa lama perahu akhirnya datang juga, dengan kilat Ella yang lebih dulu menaiki perahu, sedang aku masih menunggu kedua sahabatku, ketika mereka sudah tiba kami segera menaiki perahu, sebelum naik perahu aku kembali ke tempat kami duduk di dermaga tadi. Rasanya seperti ada yang tertinggal, oh ya kacamata, tapi nihil. Tidak ada kacamatanya. Oke baiklah kalau hilang biar kuganti saja dari pada yang lain harus menunggu lama. Aku melewati dua perahu untuk dapat menaiki perahu yang kami tumpangi, sedikit deg-degan karena jika tidak hati-hati bisa tercebur. Ketika sampai di perahu, aku melihat raut wajah Inay yang tampak kaget ternyata pop mie yang ia beli tumpah ke badan perahu sontak para penumpang menyingkir, alhasil tak ada yang ingin duduk di tempat yang bercecer mie itu, aku membantunya membersihkan mie-mie yang berserakan, meski begitu tak ada satupun yang mau duduk di bangku depan kami itu. Hahaha. Tak apa yang penting nggak ada yang risi lagi liat tumpahan mie. Sayang banget ya Nay padahal baru saja beli.

Kami menghampiri Ella menanyakan apa Handphonenya ada, namun ia menunjukkan wajah yang sedih, kayaknya nggak ada. Waduh gimana dong? Baru mau bilang “yang sabar ya, La, semoga mendapatkan ganti yang lebih baik” Eh tetiba wajahnya sumringah dan menunjukkan handphonenya. Kwkwkw kocak yah nih orang bikin deg-degan aja. Akupun mengatakan pada Ella bahwa kacamata yang aku pinjam hilang, dan taraaa… dia menunjukkan kacamatanya. Ternayata ada pada Ella. Huft kesekian kalinya dia bikin aku panik.

Perahupun berlayar menuju pelabuhan. Tidak sadar ternyata ada yang tertidur selama perjalanan menuju pelabuhan. Iseng Inay mendokumentasi aksi terlelapnya salah satu sahabat kami ini yang tertidur bak senam pagi. Hehe.

 Tidak terasa kami menghabiskan seharian ini dengan berkeliling pulau di kepulauan seribu meski hanya menjelajahi 3 pulau tapi perjalanan kali ini sangat mengesankan dan bikin kita pingin baliiik lagii. Banyak sekali pengalaman baru, pembelajaran baru, sejarah baru dan teman baru yang aku pribadi dapatkan. Semakin cinta Indonesia yang kaya akan wisatanya, sejarahnya, budanyanya, keanekaragamannya, pengalamannya dan banyak lagi. Begitupula semakin bertambah kecintaan kepada Allah, semakin bertambah rasa syukur, semakin haus ilmu, haus menjelajah dan mentadaburi alam. 
Next Trip kemana ya?


Selasa, 02 Mei 2017

Menjejaki 3 Wisata Religi di Jawa Tengah



Gimana rasanya bisa berwisata religi di 3 tempat dalam 2 kota sekaligus? Nah dalam trip kali ini aku mau menjejaki 3 tempat ziarah, sayang banget kan kalau sudah jauh-jauh ke jawa tengah, apalagi ke kota kudus tidak menjejaki menara kudus. Tanpa berlama-lama, setelah acara resepsi dan sudah isi bahan bakar di tubuh ini langsung kami berangkat menaiki angkot ungu. Angkot ungu ini yang akan mengantarkan kami ke menara kudus, tujuan utama. Pokonya kalau mau ke menara kudus dari terminal kudus bisa menggunakan angkot ini. Inget ya yang warna ungu. Sesampainya di jalan perapatan kami turun, untuk sampai di menara kudus harus jalan kaki sekitar 100 meter atau temen-temen bisa menaiki becak. Seru banget lah keliling menara kudus dengan becak, pengalaman ini aku dapatkan saat 4 tahun lalu menyambangi kota kudus di acara tour 9 wali songo. Namun kali ini kami hanya berjalan kaki lantaran irit juga sih hehe. 
 
1.      Menara Kudus 

Suananya amat syahdu saat kami tiba di masjid menara kudus, ya disini banyak pengunjung yang ingin berziarah ke sunan kudus yang sangat dekat dari masjid ini. Karena waktu sudah menunjukkan waktu sholat dzuhur kami sholat dulu, masjid ini sangat rapih dan bersih, kamar mandi mapun tempat wudhunya pun bersih, semakin membuat para jamaah sholat dzuhur semakin khusyuk. Usai sholat kami berziarah ke makam sunan kudus, nama aslinya Ja’far Shodiq. Beliau merupakan cucu dari sunan Ampel  dan juga keponakan dari Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Dulu beliau menimba ilmu kepada dua pamannya dan juga menimba ilmu di timur tengah tepatnya di Al-Quds, Yerussalem, Palestina. Karena keluasan ilmu yang beliau miliki maka beliau diberi gelar wali Al-Ilmi. Dalam dakwahnya beliau menggunakan metode yang digunakan sunan kalijaga.
kami bukan hanya untuk berziarah melainkan juga untuk bersilaturahmi kepada para ulama di tanah kudus ini, yang telah mengembangkan islam dan berdoa untuk kelulusan kami nanti dan dimudahkan segala urusan tugas akhir. Aamiin.
Usai berziarah kami sempatkan untuk menjejaki aset peninggalan dari sunan kudus ini yakni masjid dan menara kudus. Nama kudus diambil dari tempat beliau menimba ilmu yaitu Al-Quds. Salah satu batu yang digunakan untuk membangun masjid tersebut merupakan batu yang dibawa oleh Sunan Kudus dari Yerusalem, Palestina. Karena hal itulah Kota kudus ini selain dijuluki kota santri, juga dijuluki sebagai jerussalam van java.

 
2.      Makam Sunan Kalijaga

Sebelum kami hendak berangkat menuju kota Demak untuk mengunjungi Masjid Agung Demak, kami bertemu dengan salah satu warga untuk menanyakan angkutan apa yang bisa kami taiki untuk sampai kesana dan sempat menceritakan tujuan kami. Beliau malah menyarankan kami untuk singgah dulu ke makam sunan kalijaga, katanya tak jauh dari masjid agung demak, dan beliau menyarankan untuk menaiki bis jurusan kudus-demak turun di pertigaan kadilangu lalu tinggal jalan kaki. Baiklah setelah itu kami segera berangkat menuju terminal kudus lalu menaiki bis yang disarankan bapak tadi. Setelah beberapa jam diperjalanan dengan kemacetan yang menghadang sampailah kami di pertigaan kadilangu (yang diberitahu keneknya), nah disini kami ditawari untuk menaiki becak namun kami tolak karena bapak di kudus tadi bilang tidak jauh, jalan kaki saja. Ternyata sejauh 1 km kami berjalan belum jua sampai ke makam tersebut. Setelah berjalan 200 meter lagi barulah kami sampai di gerbang makam sunan kalijaga. Saat 5 tahun yang lalu datang kesini dalam tour 9 wali songo sangat ramai, namun hari saat ini amat sepi. Bagi kami ini amat Alhamdulillah kaena tidak harus mengantri dan pusing dengan kerumunan banyak orang.
Sunan kali jaga dengan nama asli Raden Said ini adalah anak dari bupati Tuban kala itu yakni Arya Wilantika. Beliau berguru ilmu agama di tempat Sunan Bonang. Disanalah beliau mendapatkan ide dakwah melalui gamelan dan wayang yang disisipkan nilai-nilai islam. Peninggalan beliau yakni
Seperti halnya di makam sunan kudus, kami berniat bersilaturahmi kepada para ulama di makam sunan kali jaga ini dan berdoa kepada illahi Rabby untuk kelulusan kami nanti dan dimudahkan segala urusan tugas akhir. Aamiin.
Jam sudah menunjukkan jam 3 sore, kami segera beranjak mencari transportasi yang akan mengantarkan kami ke Masjid Agung Demak. 

3.      Masjid Agung Demak

Hanya 10 menit kami sudah tiba di masjid Agung Demak. Suasananya adem, kami sempatkan untuk melaksanakan sholat ashar di masjid tertua di Indonesia ini kemudian berziarah ke makam raja-raja demak yang berada di samping masjid. Salah satunya makam raden fatah. Beliau adalah raja pertama di kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.  
Masjid ini didirikan oleh Raden fatah bersama 9 wali yang biasa disebut walisongo dengan aristekturnya bergaya ala nusantara. Selain masjid dan makan raja-raja demak, disini juga terdapat aset sejarah dan peninggalan para walisongo yang berada di museum Demak, lokasinya tepat disebelah Masjid. Selain dapat berziarah dan melaksanakan ibadah pengunjung juga bisa menambah wawasan sejarah di tempat ini mengenai penyebaran islam di provinsi Jawa. Dulu masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para walisongo untuk berdiskusi. Di pelataran masjid tepat di belakang landmark Masjid Agung Demak terdapat tempat wudhu bersejarah.
Masjid yang berada di pusat kota demak ini menghadap alun-alun Demak. Pengunjung bisa menghabiskan waktu di masjid agung demak dan alun-alun kota Demak.  Kamipun menghabiskan sore dengan berfoto di pelataran masjid dan alun-alun kota Demak. Katanya kalo malam alun-alun kota Demak ini lebih indah. Tampak burung-burung yang bertebaran di pelataran masjid melukiskan keindahan masjid Agung Demak.

 


Hari semakin sore kami beranjak menuju terminal Terboyo untuk mencari trans semarang. Tujuan kami selanjutnya adalah UNDIP. Kami ke UNDIP bukan untuk sosialisasi atau survey universitas tapi untuk mendapatkan penginapan gratis. Hehe biasalah backpacker. Setelah malam tadi kami sibuk mencari tempat menginap sekitar stasiun semarang poncol yang tidak jua mendapatkan hasil akhirnya Allah memberikan jalan pada kami, Sepupu ka Eem yang sedang kuliah di UNDIP  bisa dihubungi lewat media sosial facebook, ia dapat membantu kami untuk mencarikan tempat menginap. Berhubung sepupu ka Eem itu laki-laki jadilah kami menginap di asrama teman perempuannya. Ia mengarahkan kami untuk menaiki Trans semarang. 
Saat kami mencari trans semarang banyak para supir taksi menghadang dan memaksa kami untuk menggunakan taksinya namun kami menolak. Alhamdulillah Ka Eem bisa menghadapinya kalau tidak mungkin kami sudah dengan terpaksa menggunakan kendaraan tersebut. Saat kami menemukan trans semarang agak sedikit terburu-buru karena itu adalah bis terakhir. Trans semarang ini mirip busway atau trans jakarta, bedanya halte-halte trans semarang tidak seperti di jakarta yang berukuran besar, disini meski kecil tapi tetap disiplin dan rapi. Kami 2 kali transit (lupa transit dimananya) hingga sampai di halte UNDIP. Agak sedikit lama menunggu sepupu ka Eem datang.
Tak disangka ia membawa pasukan sekitar 4 motor untuk menjemput kami. Terharu rasanya. Sesampainya di asrama kami disambut hangat oleh para penghuni asrama yang mayoritas adalah mahasiswi UNDIP. Bahkan mereka menjamu kami dengan sangat baik, menyediakan cemilan dan kamar yang besar dan rapih untuk kami. Kami menghabiskan malam di asrama dengan berbagi pengalaman dan kisah dengan beberapa mahasiswi disana. Pokonya kemanapun kamu, kamu harus menebar kebaikan dan berusaha ramah kepada orang-orang disekelilingmu.
Menjelang keesokan paginya kami diantar ke halte untuk berangkat ke stasiun semarang poncol untuk kembali pulang ke Jakarta.

5 Alasan Harus memilih Travel dengan Wisata Halal

Disaat liburan, apalagi liburan lebaran dan tahun baru kita, khususnya masyarakat Indonesia pasti sudah merancang tujuan atau tempat d...